Langsung ke konten utama

Postingan

Demokrasi Kebangsaan Sebagai Cita-cita Pendiri Bangsa

Demokrasi Pancasila merupakan konsep yang mengandung nilai-nilai dan tujuan yang sesuai dengan sila-sila Pancasila. Istilah ini secara formal pertama kali dicantumkan dalam Tap MPRD Nomor XXXVII/MPRS/1968 yang menjelaskan tata cara bermusyawarah dan pengambilan keputusan berdasarkan mufakat atau suara terbanyak. Prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pancasila menjadi landasan bagi cara hidup bernegara masyarakat Indonesia, dikenal dengan sebutan demokrasi Pancasila, yang mengatur pola hidup masyarakat Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Menurut akademisi dan pakar hukum Prof. Notonegoro, demokrasi Pancasila merupakan sistem pemerintahan yang dipandu oleh kebijaksanaan melalui musyawarah dan perwakilan, dengan landasan pada ketuhanan, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, serta tujuan mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Drs. C.S.T. Kansil, SH, juga menyatakan bahwa demokrasi Pancasila menitikberatkan pada proses musyawarah dan p...

Catatan Demokrasi 2022

Perhelatan Pemilu tahun 2024 sudah dimulai sejak Tahun 2022. Semua pihak yang berkepentingan memeras keringat demi kontestasi Akbar tahun 2024. Tahapan-tahapan yang disusun oleh KPU pun sudah ditempuh dan diikuti oleh semua calon peserta pemilu 2024. Ini sebagai bukti nilai positif demokrasi tingginya partisipasi masyarakat maupun golongan yang ada di Indonesia. Semua orang mempunyai peranannya masing-masing, ada KPU, Bawaslu dan DKPP Sebagai penyelenggara dan partai politik sebagai peserta. Penulis percaya bahwa prosedur sudah dilakukan sebagaimana mestinya karena penulis termasuk jajaran pengawas pemilu. Namun, ada hal yang mengganjal secara pribadi bagi penulis terkait sipol. Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2022 tentang Pendaftaran, Verifikasi dan Penetapan Partai Politik Peserta Pemilu 2024 pasal (1) menyebut:  Sistem Informasi Partai Politik yang selanjutnya disebut Sipol adalah sistem dan teknologi informasi yang digunakan dalam memfasilitasi pengelolaan administ...

Transformasi Kaderisasi Multidimensi Menuju Era Keberlimpahan (Abundance Era)

Pergerakan mahasiswa Islam Indonesia merupakan organisasi si mahasiswa yang punya Andil dalam membangun peradaban bangsa melalui kaderisasi. Pergerakan mahasiswa Islam Indonesia salah satu eksponen bangsa ini yang dinantikan kontribusinya di segala bidang sesuai skill yang dimiliki oleh kader PMII. Sebagai pemuda yang terdidik kader PMII tentu mempunyai tanggung jawab lebih di tengah-tengah pusaran masyarakat. PMII adalah organisasi kaderisasi gerakan yang berhaluan Ahlussunnah Wal Jamaah dan berasaskan Pancasila. Maka kaderisasi menjadi ruh dalam tubuh PMII dalam jam bergerak untuk tercapainya visi dan misi PMII. Tidak hanya transformasi pengetahuan yang menjadi titik tekan PMII, Namun nilai-nilai Luhur dan ideologi juga tidak kalah penting. Nilai-nilai luhur dan ideologi sebagai pondasi kader PMII dan sebagai representasi PMII di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai Luhur harus dipegang Teguh dan dipastikan betul-betul di transformasikan kepada masing-...

Usaha Online dengan Modal Minim

Era revolusi industri 4.0 menuntut kreativitas masyarakat dalam segala hal. Segala fasilitas tersedia dalam satu genggaman yaitu smartphone, dengan smartphone kita bisa Menjual dan membeli barang tanpa harus keluar rumah. Ini akan sangat efektif terutama dalam kondisi pandemi virus Corona. Hampir setiap masyarakat terutama perkotaan melakukan aktivitas secara online baik kerja dari rumah ataupun jual-beli dari rumah melalui online. Gubuk marketing 4.0 salah satunya hadir untuk mengikuti perkembangan zaman di mana penyediaan barang mulai populer di bidang online. Gagasan awal Gubuk Marketing 4.0  karena kebutuhan masyarakat dalam hal penjualan. Banyak para pelaku usaha maupun kerajinan yang tidak bertahan lama karena soal penjualan atau marketing. Maka, Gubuk Marketing 4.0  hadir untuk menjadi media penjualan baik karya maupun jasa pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah.  Bagi perusahaan besar kebanyakan marketing sudah tersedia ataupun melalui rekrutmen dari pi...

Kenapa harus Perempuan yang Jadi Korban?

Abad 20 ini peradaban manusia berkembang sangat pesat, tidak terlepas dari peran teknologi dan media sosial. Akselerasi pengetahuan semakin cepat juga tidak lain atas dorongan segala fasilitas yang tersedia.  Dulu ora mau menghubungi saudaranya diluar kota saja harus jalan cari wartel dulu yang juga minim adanya. Sekarang sambil tiduran pun sudah bisa berkomunikasi bahkan live video call seolah kita berhadapan langsung. Bahkan teknologi informasi akhir-akhir ini seolah menjadi candu bagi sebagian manusia. Kecanggihan teknologi dan sosial media akhirnya sangat mudah untuk saling bertukar informasi yang tidak terbatas ruang dan waktu. Kreatifitas masyarakatpun berkembang pesat terutama kalangan generasi muda atau milenial. Banyak juga perusahaan periklanan yang mulai menyusut karena kehilangan daya tarik. Karena, generasi milenial mampu menciptakan magnet perhatian publik dengan berbagai kreatifitasnya. Namun, bukan itu yang akan kita bicarakan ditulisan dibawah ini. Ada kaitanya...

Ilmu itu ada Tiga Jengkal

Mengutip apa yang disampaikan oleh Gus Ahmad Hadidul Fahmi, Lc menyampaikan bahwa Ilmu itu ada 3 jengkal  Jengkal pertama merasa sombong Jengkal kedua merasa tawadhu  Jengkal ketiga merasa tidak tahu apa-apa/bodoh   Syeh abdul wahab asy-Sya'roni dalam kitabnya lawaqihul anwar al-qudsiyyah menyebut bahwa orang yang sanggup melewati tahap takabur dan merasa tidak tahu apa-apa maka tingkatanya wali. Sikap takabur walaupun dalam hati akan menghapus amal kebaikan yang sudah kita lakukan bahkan pernah diriwayatkan, Imam Syafi'i pernah dalam hati merasa dirinya paling pandai di kota yang ia tinggali dan setelah itu ketika mengimami Shalat Ashar beliau lupa membaca surat Al-fatikhah, Maghrib juga demikian sampai diingatkan oleh ma'mumnya dan isya juga. Setelah itu beliau malu sendiri sebagai ahli ilmu sampai lupa baca surat Al-fatikhah sampai 3 kali. Setelah itu beliau tidur dan bermimpi ditemui oleh ke-empat sahabat Abu bakar, Umar, Utsman dan Ali dan berkata bahwa Nabi ...

Gerakan Anti Wuwur Bukan Sekedar Menunggu Ndaru

Akhir-akhir ini Gerakan Anti Wuwuran menjadi tranding topik yang hangat ditengah-tengah hawa dingin khususnya di Kabupaten Kebumen. Terlepas dari pro dan kontra masyarakat akan wacana itu, yang pasti Gerakan Aliansi Anti Muwur Kebumen (AMAK) sudah menunjukkan eksistensinya dalam pilkades serentak di Kabupaten Kebumen. Namun, ada beberapa catatan dan cuitan yang perlu di perhatikan. Sebelum kita membahas pro dan kontranya kita harus garis bawahi dulu apa itu Anti Wuwuran, mengutip KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) kata Anti berarti bentuk terikat menentang atau melawan. Sedangkan Wuwuran adalah bahasa Jawa dalam konteks ini berarti tradisi suap yang lazim dilakukan di Era Demokrasi untuk mempengaruhi orang agar memilih ataupun tidak memilih seseorang dalam panggung politik. Secara sederhana Anti Wuwuran adalah menentang atau melawan adanya suap baik berupa uang ataupun barang. Dalam perjuangan ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terutama kesamaan persepsi. Menjadi penting m...