Langsung ke konten utama

Usaha Online dengan Modal Minim

Era revolusi industri 4.0 menuntut kreativitas masyarakat dalam segala hal. Segala fasilitas tersedia dalam satu genggaman yaitu smartphone, dengan smartphone kita bisa Menjual dan membeli barang tanpa harus keluar rumah. Ini akan sangat efektif terutama dalam kondisi pandemi virus Corona. Hampir setiap masyarakat terutama perkotaan melakukan aktivitas secara online baik kerja dari rumah ataupun jual-beli dari rumah melalui online.
Gubuk marketing 4.0 salah satunya hadir untuk mengikuti perkembangan zaman di mana penyediaan barang mulai populer di bidang online. Gagasan awal Gubuk Marketing 4.0  karena kebutuhan masyarakat dalam hal penjualan. Banyak para pelaku usaha maupun kerajinan yang tidak bertahan lama karena soal penjualan atau marketing. Maka, Gubuk Marketing 4.0  hadir untuk menjadi media penjualan baik karya maupun jasa pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah. 
Bagi perusahaan besar kebanyakan marketing sudah tersedia ataupun melalui rekrutmen dari pihak manajemen. Karena mereka mempunyai modal yang cukup untuk merekrut karyawan dalam bidang marketing. Berbeda dengan UMKM yang mempunyai modal terbatas perlu berpikir 2 atau 3 kali untuk merekrut marketing. Maka Gubuk Marketing 4.0 menyediakan jasa layanan untuk menjual produk atau hasil karya kreativitas para pelaku UMKM.
Dengan hadirnya Gubuk Marketing 4.0 Kami yakin para pelaku UMKM tidak perlu Pusing untuk memasarkan produknya. Kita akan memberikan pelayanan cara branding produk dan pengemasan produk agar menarik sehingga menyedot perhatian calon customer.  Selain itu kita juga akan melayani konsultasi  sekaligus memasarkan produk Anda melalui online.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PMII di Tengah Gelombang Zaman

Oleh: Solikhan, S.Sos Pendahuluan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) merupakan salah satu organisasi kemahasiswaan berbasis nilai keislaman dan kebangsaan yang telah eksis sejak tahun 1960. Di tengah dinamika zaman yang terus bergulir dengan cepat, mulai dari era revolusi digital, pergeseran nilai sosial, hingga tantangan kebangsaan dan keagamaan, PMII dituntut untuk mampu memosisikan diri secara strategis. Organisasi ini tidak bisa berjalan dengan model lama di era baru. Maka, esai ini akan mengulas posisi, peran, evaluasi, tantangan, serta langkah yang harus ditempuh PMII agar tetap relevan dan progresif di tengah gelombang zaman. 1. Posisioning PMII PMII menempati posisi strategis sebagai jembatan antara idealisme mahasiswa, nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, dan semangat kebangsaan. Menurut Tilaar (2002), mahasiswa memiliki peran sebagai moral force dan agent of social change, yang dalam konteks PMII harus dibingkai dengan nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin d...

ASWAJA SEBAGAI MANHAJUL FIKR WAL HAROKAH

(Disusun oleh : Solikhan) Disampaikan pada PKD PMII Komisariat Nusantara UMNU Kebumen Kamis, 8 Agustus 2019 di Bumi Perkemahan Widoro Pokok bahasan Latar belakang sosio-politik dan sosio-kultur kemunculan Ahlussunnah wal Jama'ah dan proses pelembagaan madzhab Ahlussunnah wal Jama'ah sebagai doktrin Sanad ke-Islaman dalam ajaran yang benar, yang dijalankan oleh Rosulullah SAW dan para sahabat, Tabiin, Tabiit-tabiin, Ulama, dst PMII sebagai organisasi pewaris Sanad Ajaran Islam yang benar, didirikan oleh ulama dan mendapatkan mandat untuk memperjuangkan Islam Aswaja di Kampus Ahlussunnah wal Jama'ah sebagai Manhajul Fikr (Metode berfikir) dan sebagai Manhajul Harokah (Metode bergerak) Memahami kerangka berfikir Ahlussunnah wal Jama'ah yang dinukil dari perjalanan para Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah Memahami dan mengimplementasikan metode berfikir Ahlussunnah wal Jama'ah dalam berdakwah dan menyikapi persoalan Geo-Ekosospol عن عبد ال...

BAB 3: JALUR ASWAJA — FIKIH, AQIDAH, DAN TASAWWUF

ASWAJA: Tiga Jalur Satu Tujuan ASWAJA ibarat tripod kokoh. Ia berdiri di atas tiga pilar utama: 1. Aqidah (العقيدة) – keyakinan kepada Allah dan segala yang wajib diyakini 2. Fikih (الفقه) – aturan ibadah dan muamalah 3. Tasawuf (التصوف) – penyucian jiwa dan akhlak > قال الإمام الغزالي: "الطريق إلى الله تعالى لا يمكن أن يُسلك إلا بعلم وعمل وحال." "Jalan menuju Allah tidak bisa ditempuh kecuali dengan ilmu, amal, dan keadaan (spiritualitas)." (Iḥyā’ ‘Ulūm ad-Dīn) 1. Aqidah: Jalan Keyakinan yang Kokoh Aqidah dalam ASWAJA dipandu oleh dua imam agung: Imam Abū al-Ḥasan al-Asy‘arī (الأشعري) Imam Abū Manṣūr al-Māturīdī (الماتريدي) Mereka menyatukan dalil naqli dan aqli, menghadapi ekstremisme dalam teologi, dan membela kemurnian Islam. > قال الإمام النووي: "مذهب أهل الحق أن أفعال العباد مخلوقة لله تعالى، وهي كسبٌ لهم." "Mazhab yang benar adalah bahwa perbuatan manusia diciptakan oleh Allah, namun tetap merupakan usaha (ikhtiar) mereka." (Syarḥ Ṣa...