Langsung ke konten utama

OKP Kebumen andil dalam HUT Bhayangkara

OKP Kebumen andil dalam HUT Bhayangkara

Kebumen, (10/07) Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara yang digelar di Alun-alun Kebumen mendapat apresiasi dari OKP yang ada di Kebumen. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kebumen memberikan ucapan selamat atas peringatan HUT Bhayangkara ke-71 langsung kepada Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, S.Sos di Alun-alun Kebumen. Berharap dengan usia yang tidak muda lagi Bhayangkara semakin baik dalam pelayanan masyarakat. Solikhan selaku Mandataris Ketua Umum PC PMII Kebumen mengatakan,” Sebagai OKP dan juga atas nama pemuda kita siap untuk bersama-sama menjaga Keutuhan NKRI, tentunya kita melalui kaderisasi intelektual, ke-Islaman maupun ke-Indonesiaan. Selain itu semoga jajaran kepolisian lebih maksimal dalam melayani, mengayomi dan menegakkan hukum yang ada di Indonesia”. Tentunya dalam mengawal dinamika yang ada kita harus kerjasama baik penegak hukum, masyarakat dan pemuda demi tercapainya stabilitas berbangsa dan bernegara, imbuhnya. Melihat persoalan-persoalan radikalisme agama dan terorisme yang hari ini marak, sebagai pemuda kita harus jeli dalam menyikapi isu-isu yang ada jangan mudah terprovokasi. Kita juga berharap kepada pihak kepolisian untuk lebih tegas dalam memberantas ormas-ormas anti Pancasila dan NKRI kalau perlu bubarkan segera apalagi yang tidak berbadan hukum. Kita harus bisa membaca peta politik internasional dan pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa, tutur Ali Hidayah selaku pengurus cabang PMII Kebumen.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PMII di Tengah Gelombang Zaman

Oleh: Solikhan, S.Sos Pendahuluan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) merupakan salah satu organisasi kemahasiswaan berbasis nilai keislaman dan kebangsaan yang telah eksis sejak tahun 1960. Di tengah dinamika zaman yang terus bergulir dengan cepat, mulai dari era revolusi digital, pergeseran nilai sosial, hingga tantangan kebangsaan dan keagamaan, PMII dituntut untuk mampu memosisikan diri secara strategis. Organisasi ini tidak bisa berjalan dengan model lama di era baru. Maka, esai ini akan mengulas posisi, peran, evaluasi, tantangan, serta langkah yang harus ditempuh PMII agar tetap relevan dan progresif di tengah gelombang zaman. 1. Posisioning PMII PMII menempati posisi strategis sebagai jembatan antara idealisme mahasiswa, nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, dan semangat kebangsaan. Menurut Tilaar (2002), mahasiswa memiliki peran sebagai moral force dan agent of social change, yang dalam konteks PMII harus dibingkai dengan nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin d...

ASWAJA SEBAGAI MANHAJUL FIKR WAL HAROKAH

(Disusun oleh : Solikhan) Disampaikan pada PKD PMII Komisariat Nusantara UMNU Kebumen Kamis, 8 Agustus 2019 di Bumi Perkemahan Widoro Pokok bahasan Latar belakang sosio-politik dan sosio-kultur kemunculan Ahlussunnah wal Jama'ah dan proses pelembagaan madzhab Ahlussunnah wal Jama'ah sebagai doktrin Sanad ke-Islaman dalam ajaran yang benar, yang dijalankan oleh Rosulullah SAW dan para sahabat, Tabiin, Tabiit-tabiin, Ulama, dst PMII sebagai organisasi pewaris Sanad Ajaran Islam yang benar, didirikan oleh ulama dan mendapatkan mandat untuk memperjuangkan Islam Aswaja di Kampus Ahlussunnah wal Jama'ah sebagai Manhajul Fikr (Metode berfikir) dan sebagai Manhajul Harokah (Metode bergerak) Memahami kerangka berfikir Ahlussunnah wal Jama'ah yang dinukil dari perjalanan para Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah Memahami dan mengimplementasikan metode berfikir Ahlussunnah wal Jama'ah dalam berdakwah dan menyikapi persoalan Geo-Ekosospol عن عبد ال...

BAB 3: JALUR ASWAJA — FIKIH, AQIDAH, DAN TASAWWUF

ASWAJA: Tiga Jalur Satu Tujuan ASWAJA ibarat tripod kokoh. Ia berdiri di atas tiga pilar utama: 1. Aqidah (العقيدة) – keyakinan kepada Allah dan segala yang wajib diyakini 2. Fikih (الفقه) – aturan ibadah dan muamalah 3. Tasawuf (التصوف) – penyucian jiwa dan akhlak > قال الإمام الغزالي: "الطريق إلى الله تعالى لا يمكن أن يُسلك إلا بعلم وعمل وحال." "Jalan menuju Allah tidak bisa ditempuh kecuali dengan ilmu, amal, dan keadaan (spiritualitas)." (Iḥyā’ ‘Ulūm ad-Dīn) 1. Aqidah: Jalan Keyakinan yang Kokoh Aqidah dalam ASWAJA dipandu oleh dua imam agung: Imam Abū al-Ḥasan al-Asy‘arī (الأشعري) Imam Abū Manṣūr al-Māturīdī (الماتريدي) Mereka menyatukan dalil naqli dan aqli, menghadapi ekstremisme dalam teologi, dan membela kemurnian Islam. > قال الإمام النووي: "مذهب أهل الحق أن أفعال العباد مخلوقة لله تعالى، وهي كسبٌ لهم." "Mazhab yang benar adalah bahwa perbuatan manusia diciptakan oleh Allah, namun tetap merupakan usaha (ikhtiar) mereka." (Syarḥ Ṣa...